Senin, 13 Juni 2016

Menjadi Suporter Garis Cerdas

Dulu bagi saya mendukung Persela adalah panggilan jiwa walaupun nyawa taruhannya.
Awaydays ke kandang rival mulai dari Gelora Bung Tomo sampai Si Jalak Harupat...

Ini foto saat Persib vs Persela tahun 2011.

Dengan bermodalkan KEPERCAYAAN, saat itu saya dan beberapa teman-teman LA Mania hadir di stadion Si Jalak Harupat Bandung menggunakan atribut lengkap.
Beberapa kali lemparan botol minuman berbahan kaca/beling dari oknum sempat meluncur ke arah kami.
Sempat ada juga penyerangan dari oknum berbaju hijau yang untungnya bisa diredam oleh beberapa teman-teman bobotoh yang melindungi kami.
Saat itu sebenarnya cukup banyak juga bobotoh yang menyambut kami dengan baik, sampai ada yang membagi makanan dan minumannya kepada kami. Namun ada juga beberapa oknum yang mencoba menyerang kami dan memprovokasi yang lain agar ikut menyerang kami.
Mungkin inilah yang dinamakan ‪#‎OurF4ithIsOurStren9th‬
Hanya bermodalkan kepercayaan, kami mendapatkan kekuatan untuk menghadapi provokasi dan penyerangan tadi.
Ini satu dari banyak pengalaman ketika mendukung Persela yang tidak akan saya lupakan
Dulu saya menyebutnya uji nyali, kalau sekarang sih pikir-pikir lagi, hehehe.
Bukan karena tidak militan tapi lebih berpikir cerdas.
Kalau dulu suporter garis keras, sekarang suporter garis cerdas...
Masih banyak cara positif untuk mengekspresikan dukungan kepada Persela selain uji nyali seperti ini contohnya dengan membeli merchandise resmi Persela, selalu membeli tiket pertandingan saat menonton Persela bukan malah masuk gratisan mengandalkan keplek atau koneksi polisi/panpel, dan masih banyak lagi cara-cara positif dalam mendukung tim kesayangan. 
Daripada harus bertaruh nyawa demi mendukung tim kesayangan, lebih baik saya memilih cara lain yang lebih positif 
Kebanggaan tetaplah kebanggaan, tanpa gelar juara pun kamu selalu jadi kebanggaan, apalagi kalau bisa juara ðŸ˜ŠðŸ˜ŠðŸ˜Š
#OurF4ithIsOurStren9th 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar